Puskesmas Marga II Demo Masak dengan Garam Beryodium

PKK

MARGA– Puskesmas Marga II terus sosialisasikan penggunaan garam beryodium (gayo) ke masyarakat. Selain sosialisasi, tim Puskesmas Marga II juga menggelar demo memasak menggunakan gayo di Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (17/1). Demo digelar agar masyarakat memahami memasak menggunakan gayo. Sebab selama ini tumbuh paradigma masakan dengan gayo terasa pahit.

Demo memasak yang diperagakan Tim Puskesmas Marga II di Banjar Tegal disambut antusias warga.Dalam demo ini disampaikan cara memasak yang benar dengan garam beryodium sehingga zat yodium yang sangat diperlukan tidak lenyap sewaktu proses pemasakan. Ketika dimasak dengansuhu panas garamnya terurai dan iodiumnya hilang. “Garam beryodium sebaiknya tidak dicampur saat proses memasak tetapi ditambahkan saat masakan sudah matang dan siap dikonsumsi,” ungkap pegawai Puskesmas Marga II, Sri Jayantini seizin Kepala Puskesmas Marga II, dr Indra Wiguna Cakera.

Dalam demo memasak itu, Tim Puskesmas Marga II membuat sayur tumis kangkung dan taoge.Setelah masakan matang, warga pun berkesempatan mencicipi sayur itu. Rata-rata mereka bilang mantap dan enak. Warga yang didominasi ibu-ibu ini berjanji memasak di rumahnya pakai gayo agar anggota keluarganya tumbuh sehat. Sri Jayantinimengatakan, garam beryodium membantu pemeliharaan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berperan penting dalam pengaturan metabolisme tubuh. Manfaat lainnya membantu menghindarkan penyakit gondok, gangguan pendengaran, tubuh cebol,dan yang terpenting meningkatkan kecerdasan anak.

Yodium mampu memanfaatkan kalori secara optimal sehingga lemak cepat terpakai. “Gayo juga berfungsi mencegah penyimpanan lemak secara berlebih,” tandas SriJayantini.Ditambahkan, garam beryodium membantu menghilangkan racun dari tubuh. Racun kimia yang bisa dikeluarkan oleh garam beryodium antara lain air raksa, fluoride, dan racun biologis lainnya. Masih banyak manfaat lainnya yakni untuk membantu memaksimalkan metabolisme tubuh dalam memanfaatkan kalsium, membantu kenormalan proses pertumbuhan,dan kematangan organ reproduksi, membantu meningkatkan kekebalan tubuh,  mengurangi sakit gigi dan bau mulut, serta menghilangkan pegal di kaki.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Banjar Tegal, Kukuh, Nyonya Wayan Srijati Darmayasa, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Tim Puskesmas Marga II yang menggelar demo memasak di banjarnya. Diharapkan, dengan demo memasak itu warga makin pintar mengolah makanan dengan gayo. “Tadi kami menggelar kegiatan rutin Posyandu dan diisi demo memasak pakai gayo oleh Puskemas Marga II,” ungkap Nyonya Srijati Darmayasa. Dikatakan, ketersediaan gayo di Desa Kukuh sudah mencukupi karena sudah bekerjasama dengan BUMDes.

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, mengatakan, demo memasak yang benar dengan garam beryodium akan digelar di 8 banjar dinas, dimulai dari Banjar Dinas Tegal. Sugianto menggandeng Puskesmas Marga II untuk sosialisasikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) salah satunya dengan mengkonsumsi garam beryodium. Apalagi hasil survey, di Desa Kukuh ditemukan kasus gondok dan pertumbuhan cebol. Dibantu mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Perbekel Kukuh melakukan survey ketersediaan garam beryodium di Desa Kukuh. “Kami sediakan garam beryodium di BUMDes Kukuh Winangun,” ungkap Sugianto.

 

Reporter : Gede Febry

Komentar