Siswa Minim, Guru Kurang, Sejumlah SD Diregrouping

TABANAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tabanan kekurangan guru. Jumlah siswa di SD juga minim. Mengatasi kondisi ini, Dinas Pendidikan Tabanan akan meregrouping (menggabungkan) sejumlah SD. Pada tahun 2020 mendatang, SDN 1 Jegu dan SDN 2 Jegu di Desa Jegu, Kecamatan Penebel akan diregrouping. SDN 1 Kukuh dan SDN 2 Kukuh di Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan rencananya juga digabungkan.   

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tabanan Wayan Miarsana mengatakan, pada tahun 2019 telah meregrouping 6 SD. Keenam SD itu yakni SDN 1 Buahan dan SDN 2 Buahan di Desa Buahan Kecamatan Tabanan, SDN 1 Sesandan dan SDN 2 Sesandan, Kecamatan Tabanan, serta SDN 1 Tibubiu dan SDN 2 Tibubiu, Desa Tibubiu Kecamatan Kerambitan. Miarsana menegaskan, regrouping dilakukan untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar. Di mana ada SD yang pertumbuhan sekolah tidak signifikan, sementara kondisi rombongan belajar (rombel) yang ada jauh dari standar.

Dengan kondisi itu lebih baik dilakukan regrouping. “Ada guru mengajar siswa dua orang, kami kira akan lebih pintar, ternyata tidak. Ini kan mempengaruhi mental, ya lebih baik diregrouping saja,” kata Miarsana, dilansir NusaBali.com, Selasa (3/9-2019). Hingga akhir Agustus 2019, sudah ada tiga sekolah hasil regrouping dari enam SD. Untuk di 2020 akan ada empat SD yang diregrouping menjadi dua sekolah. Laporannya telah masuk ke kecamatan. Dinas Pendidikan akan mengecek ke lapangan. “Kami juga akan berkoordinasi dan rapat dengan masyarakat setempat. Karena regrouping harus meminta persetujuan masyarakat,” tegas Miarsana.

Dijelaskan, regrouping adalah salah satu solusi untuk mengurangi kekurangan guru. Dengan adanya regrouping otomatis siswa yang jumlahnya per rombel tidak sampai 32 orang bisa digabung. Sehingga pembelajaran akan lebih efektif. Kebutuhan guru pun akan tercapai karena SD yang diregrouping sudah menjadi satu. “Jadi kami juga akan memberikan motivasi kepada masyarakat agar desa yang memiliki 1 SD tetapi pertumbuhan pendidikan tidak signifikan serta jarak sekolah berdekatan lebih baik diregrouping saja,” tandas Miarsana. mas

Komentar