Dinilai Tim Provinsi, Desa Kukuh Suguhkan Teh Bunga Teleng

Tim Provinsi Bali nilai kelompok Asman Harum Segar di Desa Kukuh, Marga, Tabanan, Selasa (28/5).

MARGA – Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan (Asman) Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, suguhkan teh bunga teleng dan ramuan jreng sebagai welcome drink saat penilaian kelompok Asman tahun 2019 di kantor desa setempat, Selasa (28/5). Tim Penilai Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga disuguhkan jaja dadar bunga teleng dan agar-agar daun kelor. Saat makan siang tetamu dihaturkan lawar don jepun dan pesan telengis kelor.

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menyambut positif lomba kelompok Asman tingkat Provinsi Bali tahun 2019. Menurutnya, Desa Kukuh memiliki jiwa kompetisi dan siap diadu dalam berbagai lomba. “Kami tidak mengejar juara. Lomba mampu memotivasi kami untuk belajar dan menggerakkan masyarakat untuk tanam tanaman obat di pekarangan rumah,” ungkapnya. Harapannya, ada keberlanjutan sehingga usai lomba ada peningkatan ekonomi keluarga dan jalan pemasaran produk.

Sugianto mengungkapkan, Kelompok Asman Harum Segar Desa Kukuh terbentuk pada 22 Februari 2018. Mereka bergerak di bidang tanaman obat dan pengobatan akupresur. Pasca terbentuk, Kelompok Asman Harum Segar yang beranggotakan 17 orang ini mulai menanam tanaman obat di pekarangan rumah. Agar koleksinya semakin banyak, mereka saling berbagi dan minta ke warga yang punya tanaman obat. Selanjutnya mereka membuat agar-agar dengan pewarna bunga teleng dan agar-agar daun kelor. Mereka juga mencoba buat teh bunga teleng dan minuman jreng yang dinamakan Ram’Jreng atau ramuan jreng. “Tugas kami sekarang di desa adalah mencarikan pasar agar kelompok Asman tetap berdaya,” tegas Sugianto.

Ketua Tim Penilai dari lintas sektor Provinsi Bali, drg Desak Variasih mengatakan, pengobatan tradisional telah melekat dalam diri masyarakat Bali. Keanekaragaman hayati telah dimanfaatkan oleh masyarakat Bali sebagai obat tradisional yang terbukti memiliki khasiat secara turun temurun. “Masyarakat Bali telah mampu mengolah tanaman berkhasiat obat menjadi bermacam produk olahan seperti loloh, boreh, minyak pijat hingga minyak terapi,” ungkap drg Desak Variasih.

drg Desak Variasih mengajak masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan dan pengobatan awal secara mandiri dengan pengobatan tradisional. “Manfaatkan halaman dan pekarangan untuk menanam TOGA (taman obat keluarga),” ajaknya. Ia juga mengingatkan untuk menerapkan pengobatan tradisional yang aman, bermutu, bermanfaat, dan rasional serta tidak bertentangan dengan norma dan etika masyarakat. Melalui penilaian Asman ini, ia berharap semakin membuka cakrawala tentang kesehatan tradisional, pemanfaatan pengobatan tradisional secara bertanggungjawab.

Tim beranggotakan 7 orang kemudian melakukan penilaian lapangan. Melihat secara langsung pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat dan praktek akupresur yang dikembangkan oleh kelompok Asman Harum Manis Desa Kukuh. mas        

 

Komentar