Desa Kukuh Gelar Cerdas Cermat Mabasa Bali

Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto foto bersama guru dan peserta lomba cerdas cermat.

KUKUH – Perayaan Bulan Bahasa Bali di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, berlangsung semarak, Kamis (21/2). Ada empat perlombaan yang digelar yakni cerdas cermat mabasa Bali, baca puisi Bali, menyalin huruf latin ke aksara Bali, dan nyurat lontar. Lokasi lomba digelar di dua tempat yakni wantilan Desa Pakraman Kukuh dan gedung PAUD Kartini Kukuh.

Cerdas cermat mabasa Bali ini paling heboh dibandingkan lomba lainnya. Setiap jawaban yang betul mendapat sorak sorai dan tepuk tangan penonton. Pesertanya ada tiga tim dari SDN 1 Kukuh, SDN 2 Kukuh, dan SDN 3 Kukuh. Masing-masing tim beranggotakan tiga orang yakni seorang putra dan dua putri. Pertanyaan dilontarkan oleh Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Marga Tabanan. Pun dua dewan juri diambil dari tenaga penyuluh. Lomba yang dibagi tiga babak ini dimenangkan oleh tim SDN 3 Kukuh yang unggul telak saat perebutan soal di babak ketiga. Juara II diraih oleh tim SDN 2 Kukuh, dan juara III dari tim SDN 1 Kukuh.

Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, mengatakan, perayaan Bulan Bahasa Bali di Desa Kukuh dibantu Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Marga dan Penyuluh Agama Hindu se-Kecamatan Marga. Peserta lomba yakni seluruh SD di Desa Kukuh dan SMPN 2 Marga. Menurut Sugianto, di tahun pertama perayaan Bulan Bahasa Bali di Desa Kukuh masih sederhana. Tahun depan dirancang lebih banyak lomba lagi, salah satunya lomba masatua melibatkan PKK. “Tahun ini lomba masatua Bali dengan peserta PKK akan kami gelar dalam perayaan Hari Kartini. Tahun depan digelar saat bulan bahasa. Ibu-ibu yang paling tepat diadu masatua Bali,” ungkap Sugianto.

Dalam lomba kemarin, SDN 3 Kukuh meraih dua juara I untuk lomba Cerdas Cermat mabasa Bali dan lomba nyurat sastra. Sementara SDN 2 Kukuh sebagai juara baca puisi Bali. Sementara SDN 1 Kukuh harus puas meraih juara III di setiap kategori lomba. Sedangkan lomba nyurat lontar diikuti para siswa SMPN 2 Marga. Semarakkan bulan bahasa, Perbekel Made Sugianto secara khusus buat program masatua Bali setiap hari. Masatua Bali dibagikan di media sosial Facebook, Youtube, dan Instagram. “Momen bulan bahasa, saya tiba-tiba ingin belajar masatua Bali. Semoga saya bisa terus masatua setiap hari,” harapnya. Ia termotivasi belajar masatua Bali karena kegiatan mendongeng oleh para orangtua kepada anak-anaknya kian memudar. *sug

Komentar