Dewan Targetkan Bahas 14 Ranperda di Tahun 2019

istimewa

SANGGULAN– DPRD Tabanan menggelar rapat bersama Pemkab Tabanan untuk targetkan 14 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di ruang rapat DPRD Tabanan, Selasa (6/11). Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), I Wayan Eddy Nugraha Giri, rencanakan bahas 14 Ranperda di tahun 2019. Salah satunya Ranperda rencana induk pembangunan pariwisata daerah dan Ranperda pembangunan kawasan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dalam mengali potensi daerah.

Ranperda inisiatif dewan ini diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kawasan agrobisnis bisa menjadi potensi daya tarik wisatawan. Sementara I Gusti Nyoman Omardani menyoroti ada Perda yang terkesan mandek akibat belum adanya Peraturan Bupati. “Jangan sampai Perda yang dibuat tidak bisa diterapkan dengan maksimal hanya gara-gara tidak adanya Perbup,” tegas Omardani. Ia berharap Ranperda terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bisa segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut. “Ranperda ini harus menjadi prioritas untuk dituntaskan agar pembangunan di Tabanan lebih tertata dan lebih baik,” pintanya.

Sementara Asisten I Setda Tabanan, I Wayan Yatnanadi, mengatakan terkait tidak adanya Perbub adalah masalah teknis. Yatnanadi mengatakan, Perda yang diajukan merupakan Perda wajib tentang APBD dan Perda teknis kebutuhan SKPD terkait.  Ranperda usulan dari eksekutif di antaranya empat Ranperda wajib tentang APBD dan tentang perubahan APBD serta tentang penyertaan modal. Dan empat Ranperda tunggakan dari 2018 yang belum rampung dibahas yakni Ranperda terkait perusahaan umum Dharma Shantika, rencana tata ruang dan zoning regulation kawasan WBD Jatiluwih. sug

Komentar