Dewan Targetkan PAD Rp 390 Miliar

Sugianto

SANGGULAN– DPRD Tabanan berikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 390 miliar kepada eksekutif. Target itu dinilai tinggi sehingga Pemkab Tabanan melakukan penawaran. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan di gedung dewan, Senin (29/10), target PAD disepakati Rp 390 miliar.

Dalam rapat itu, Tim TPAD Pemkab Tabanan pasang target Rp 385 miliar. Mendengar target itu, anggota Banggar I Wayan Lara menargetkan R-APBD di luar dana bos sebesar Rp 400 miliar. Politisi PDIP asal Kerambitan ini pun optimis terealisasi karena e-Billing atau ticketing di DTW Tanah Lot segera dipasang. “Sebenarnya kecil sekali ini (Rp 400 miliar), asalkan digarap dengan serius dan bekerjasama dengan Banggar,” ungkap Lara.

Ketua Banggar Ketut ‘Boping’ Suryadi tawarkan target PAD tahun 2019 sebesar Rp 390 miliar. “Itu sudah realistis,” ungkapnya. Politisi seniman ini meyakini target Rp 390 miliar terealisasi dengan menggenjot wajib pajak. Dari hasil lapangan, Komisi III menemukan sekitar 300 restoran dan rumah makan di seluruh Tabanan. “Kalau semua dikenakan, hasilnya lumayan sehingga kami akan genjot di wajib pajak,” terangnya. Dia juga mendorong pembangunan infrastruktur aset Pemda Tabanan di DTW Bedugul, Desa Batunya. “Anggaran belanja akan didorong dalam pembangunan aset pemda penghasil,” tegas Boping. 

Sementara itu Ketua TAPD Tabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, mengatakan angka Rp 390 dipasang hal tersebut adalah langkah kompromi dengan mengacu pajak retribusi yang menjadi kewenangan daerah. “Akan dievaluasi setiap 3 atau 6 bulan,” jelasnya. Jika dalam proses perjalanan ada permasalahan, angka itu akan direvisi. Yang jelas tetap bekerja keras dengan mengacu pada pajak retribusi seperti pajak hotel, restoran. “Meski berat kita sama-sama harus bekerja keras dengan regulasi yang juga harus jelas,” tandasnya. sug

Komentar