Dewan Tuding e-Parkir Gagal

istimewa

SANGGULAN – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan, I Ketut ‘Boping’ Suryadi soroti pendapatan parkir menurun. Dari target Rp 3,2 miliar baru terealisasi Rp 2 miliar. Program menaikkan retribusi parkir melalui program e-parkir pun disebut program gagal. Sorotan itu disampaikannya saat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan menggelar rapat kerja pembahasan RAPBD tahun 2019 di gedung dewan, Senin (22/10). Rapat difokuskan membahas besaran anggaran atau target Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Boping mengatakan, program e-parkir belum maksimal. Alasannya, pendapatan retribusi parkir justru menurun. Apalagi masyarakat masih enggan menggunakan e-parkir. “E-parkir jelas gagal. Buat apa ada program yang menghabiskan dana Rp 2 miliar, DPRD tegas menyatakan program ini (e-parkit) gagal,” jelasnya. Mengingat program ini telah berjalan, agar lebih optimal, Boping menyarankan e-parkir diterapkan di areal parkir yang bloking sistem. Artinya ada kantong parkir yang bisa melihat orang keluar masuk. “Masyarakat masih memilih yang manual,” tegasnya. 

Anggota Banggar, I Wayan Sudiana, juga mengatakan penerapan e-parkir tidak tepat guna. Menurutnya, e-parkir diterapkan di zona tertutup seperti Pasar Transit Tabanan atau Terminal Pesiapan. “Jangan gunakan di tempat yang terbuka. E-parkir perlu dievaluasi,” tegas politisi yang akrab disapa Gading ini. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Agus Harta Wiguna, mengklarifikasi pernyataan dewan yang menyebutkan e-parkir menurun. Target 2019 untuk retribusi parkir di tepi jalan umum justru meningkat. “Itu bukan penurunan, justru ada peningkatan tapi kami tidak bawa data. Yang dibilang menurun itu diakibatkan karena ada reposisi seperti parkir khusus yang masuk PAD lain-lain yang sah. Tidak ada penurunan malah meningkat dua persen,” ungkapnya.

Selain soroti e-parkir yang dinilai belum maksimal diterapkan, dewan juga menyoroti aset Pemkab Tabanan, DTW Bedugul, yang lama terbengkalai sejak kontrak dengan pihak ketiga selesaii. Begitu pula penerapan e-billing di DTW Tanah Lot sampai saat ini belum ada kejelasan. sug

Komentar