Dewan Panggil Manajemen PT. Casmil Cosmos

desak

SANGGULAN – DPRD Tabanan memanggil manajemen PT. Casmil Cosmos ke kantor dewan, Rabu (18/10). Sayang, pada pertemuan itu owner PT. Casmil Cosmos tidak bisa hadir. Alasannya sedang berada di luar negeri. Dari PT. Casmil Cosmos hanya dihadiri Manajer Operasional, Nina Trisya. Pertemuan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tabanan yang juga Ketua Fraksi PDIP, Nyoman ‘Komet’ Arnawa didampingi Ketua Komisi III I Wayan Lara, Ketua Komisi IV I Gusti Komang Wastana, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaam dan Transmigrasi (Disnakertrans), I Putu Santika. 

Dewan memanggil manejemen PT. Cosmil Cosmos untuk melakukan klarifikasi terkait pengaduan 80 karyawan yang dirolling tanpa penjelasan dan adanya isu PHK. Namun pertanyaan anggota dewan tidak terjawab karena tanpa kehadiran owner, sementara manajer operasional tidak berikan jawaban karena kewenangan pemilik perusahaan. Dalam rapat yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, anggota DPRD Tabanan sempat geram. Sebab anggota dewan mendapat laporan, jika salah satu karyawan PT.Casmil Cosmos mendiskreditkan DPRD saat sidak ke perusahaan furniture yang berlokasi di Jalan Rajawali, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan tersebut.

Dewan 'Sing Ada Apane' (Dewan tidak ada apa-apanya). Begitulah laporan yang masuk ke kantor dewan. Pernyataan itu dinilai melecehkan lembaga DPRD Tabanan. Sementara Nyoman ‘Komet’ Arnawa menjelaskan, pemanggilan manajemen PT. Casmil Cosmos ke DPRD Tabanan untuk mencarikan solusi atas ketidakpuasaan karyawan terhadap manajemen. Di antaranya karyawan mengadu sistem rolling yang diberlakukan tidak jelas, tidak ada peningkatan UMK sejak tiga tahun, dan adanya isu PHK dari manajemen. “Kami panggil sekaligus untuk cari solusi, tetapi owner dari perusahaan ini tidak datang dengan berbagai alasan,” ungkapnya. 

Komet pun meminta manajer operasional yang mengadiri pertemuan itu untuk mengkomunikasikan secara jelas kepada karyawan. Jangan sampai ada informasi berat sebelah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan suka tidak suka bagi karyawan. Sekretaris DPC PDIP ini pun menegaskan, sebelum DPRD bertemu owner, manajemen tidak diperkenankan melakukan PHK. “Jika ada PHK, sebanyak  80 karyawan yang sempat mengadu ke saya, itu harus semuanya diPHK. Jangan pilih-pilih. Hak dan kewajiban karyawan yang diPHK harus diberikan,” tegas Komet Arnawa. 

DPRD Tabanan berencana memanggil kembali owner, manajemen, dan karyawan agar permasalahan cepat selesai. “Kami carikan solusi bertahap dulu, sekarang tahap perbaikan nanti baru mendatangkan karyawan,” tegasnya. Manajer Operasional PT. Casmil Cosmos, Nina Trisya, mengatakan hasil rapat dengan DPRD Tabanan akan disampaikan ke pimpinan. “Kami sudah catat beberapa hal penting dan akan dipertimbangkan,” ujarnya. Nina mengatakan, rolling karyawan pada awal tahun 2018 karena perusahaan tidak ada order. Rolling sudah sesuai dengan kesepakatan dan adanya bukti tertulis. “Setiap tindakan yang kami lakukan, kami sudah berkoordinasi dengan Disnaker Tabanan,” katanya. 

Nina membantah tidak adanya peningkatan UMK sejak 3 tahun lalu. Dikatakan, UMK tahun 2016 dan 2017 sudah diberikan mengacu pada UMK Kabupaten Tabanan. Namun untuk tahun 2018, manajemen tidak bisa memberikan karena perusahaan tidak mampu. Menurut Nina, sebanyak 80 orang yang mengadu ke dewan sudah dibekerjakan kembali. Ia pun berharap tidak ada PHK. “Namun ini tergantung dengan pimpinan. Beliau sedang di luar negeri,” terangnya. gus

Komentar