Mahasiswa S2 Pariwisata Unud ‘Berbagi’ dengan Kera Alas Kedaton

MARGA – Mahasiswa S2 Pariwisata Universitas Udayana (Unud) Denpasar menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (1/9). Pengabdian masyarakat juga diisi dengan kegiatan ‘berbagi’ makanan dengan kawanan kera penghuni objek wisata hutan tersebut. Rombongan mahasiswa S2 Pariwisata Unud diterima Ketua Badan Pengelola DTW Alas Kedaton I Wayan Semadi dan Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto.

Koordinator Program Studi S2 Pariwisata Unud, Dr. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, Ph.D, mengatakan pengabdian masyarakat juga bertujuan studi lapangan terkait pengelolaan DTW Alas Kedaton. “Objek ini terkenal dengan sistem pengelolaannya berbasis masyarakat adat atau community based tourism. Sudah banyak yang belajar pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat ke sini, dan kami juga mau belajar ke sini (Alas Kedaton, Red),” ungkap Dr. Oka Suryawardani.

Sejumlah mahasiswa pun memberondong pengelola dengan pertanyaan pengelolaan objek wisata dan upaya meningkatkan jumlah kunjungan. Mahasiswa juga menanyakan branding yang dijual Alas Kedaton termasuk berikan saran untuk merekrut tim marketing untuk menarik wisatawan ke Alas Kedaton. Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, mewakili Ketua Badan Pengelola DTW Alas Kedaton, mengaku mulai bergerak untuk mengembalikan kejayaan objek wisata dengan populasi kera dan kelelawar ini.

Menurutnya, Alas Kedaton punya nilai lebih dibandingkan objek wisata sejenis lainnya. Keunggulannya karena memiliki populasi kelelawar atau bukal. Alas Kedaton diuntungkan dengan jalur wisata DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan. “Kami ada satu jalur dengan Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan. Wisatawan yang akan ke Tanah Lot bisa transit dulu ke Alas Kedaton,” sebutnya.

Menurut Sugianto, selain bom Bali II yang membuat kunjungan ke DTW Alas Kedaton terpuruk, isu kera galak juga sangat berpengaruh. Sehingga ia sering mengajak masyarakat untuk beramai-ramai posting wisatawan bermain-main dengan kera di Alas Kedaton. “Kami berusaha meyakinkan wisatawan bahwa berkunjung ke Alas Kedaton aman. Kera tidak galak, justru jinak bahkan bisa diajak swafoto atau selfie. Kera bisa diarahkan naik ke bahu dan menjadi objek foto yang bagus,” ungkapnya.

Selain bisa foto bareng dengan kera, wisatawan juga bisa foto bersama bukal. Ada belasan bukal jinak yang siap beratraksi untuk wisatawan. Mulai atraksi kelelawar terbang dan dipanggil kembali ke kandang, minum soft drink, hingga dibentangkan untuk swafoto. “Kami buat branding baru dengan kelelawar,” jelas Sugianto. Perbekel yang baru menjabat 11 bulan ini juga setuju usulan mahasiswa untuk membentuk tim marketing. sug

Komentar