Bupati Tabanan Puji Penari Rejang Renteng Desa Beraban

KEDIRI - "Saya lihat kekompakan yang luar biasa, terutama tampilan rejang rentengnya.Belum menaripun saya lihat sudah bagus, cara berbaris pun sangat disiplin, teratur , sangat ada niat ingin menampilkan yang terbaik. Luar biasa untuk Desa Beraban,” puji Bupati Eka Wiryastuti saat menghadiri Karya Agung Kahyangan Dalem Prabu Lan Prajapati Desa Beraban, Senin(25/06). Hadir dalam acara itu Anggota DPR RI I Made Urip, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Made Edi Wirawan, Camat Kediri I Made Murdika. Kekaguman Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti, karena selain melihat pementasan kolosal yang melibatkan 500 orang penari , penarinya tetap kelihatan sangat teratur, disiplin dalam menunjukan yang terbaik. Disamping itu juga dengan digelarnya Karya Agung itu, menjadi bukti telah terjaganya persatuan dan kesatuan serta hubungan yang harmonis antar krama Desa Adat Beraban. Bupati berpesan agar kekompakan itu dapat berkelanjutan,dan tidak ada perpecahan. Selalu jaga kerukunan dan kedamaian. ”Mohon ini dijaga,” tegasnya. Ditambahkan seni budaya, adat istiadat, spiritual, agama harus mampu berjalan selaras. karena itulah pemersatu bangsa . “Seni budaya ,adat istiadat, agama ini harus bisa berjalan selaras. Karena itulah pemersatu bangsa,”ucapnya. “Selanjutnya mohon doa restu semoga Tabanan tetap Serasi, Sejahtera, Aman dan Berprestasi serta persatuan ini tetap terjaga selamanya,”imbuhnya Sebelumnya Bendesa Adat Desa Pekraman Beraban I Made Sumawa mengatakan Pementasan Tarian Rejang renteng kolosal itu melibatkan 500 penari itu, terkait dengan digelarnya Karya Agung Kahyangan dalem Prabu lan Prajapati. “500 penari rejang renteng ini, melibatkan PKK ke 15 banjar se-desa adat beraban. Dan masing-masing banjar diwakili sekitar 40 orang penari,” jelasnya. Ditambahkan untuk persiapan pementasan tidak memerlukan waktu lama, karena sebelumnya tarian rejang renteng sudah pernah dilombakan di tingkat desa pada hari Ibu tahun 2017. “Persiapan sekitar dua minggu.Tidak begitu lama, karena tarian rejang renteng sudah pernah dilombakan di tingkat desa ,”ucapnya. Sumawa juga menjelaskan karya agung kahyangan dalem prabu lan prajapati itu dilaksanakan karena telah rampungnya perbaikan sejumlah palinggih di Kahyangan Dalem Prabu dan Pura prajapati serta perluasan pembangunan di areal beji telepud. “ Puncak karya agung di kahyangan dalem prabu lan prajapati, jatuh pada rahina sukra kliwon pujut 29 Juni 2018, dengan perkiraan biaya sekitar 3.8 Miliar,”katanya. Di kesempatan itu Bupati Eka Wiryastuti melakukan persembahyangan bersama, ngaturan punia dan dilanjutkan penandatanganan prasasti. @humastabanan

Komentar